Produksi blok karbon anoda pra-panggang menggunakan kokas minyak bumi sebagai bahan baku dan aspal batubara sebagai bahan pengikat. Melalui proses seperti kalsinasi kokas minyak bumi, penghancuran medium, penyaringan, penggilingan, batching, pencampuran, pencetakan, dan pemanggangan, bahan-bahan tersebut diproses dan diproduksi. Proses produksi anoda pra-panggang terutama terdiri dari tiga langkah: kalsinasi - pencetakan - pemanggangan. Selama tahap kalsinasi, kokas minyak bumi dapat menghasilkan sisa panas dalam jumlah besar untuk pembangkit listrik. Jika suatu perusahaan tidak memiliki proses kalsinasi, maka perusahaan tersebut perlu membeli kokas terkalsinasi (produk setelah kalsinasi kokas minyak bumi) dan listrik untuk memenuhi kebutuhan produksi. Industri aluminium elektrolitik adalah industri hilir dari industri anoda pra-panggang, dan anoda pra-panggang terutama digunakan dalam produksi aluminium primer.
Biaya bahan baku anoda pra-panggang menyumbang proporsi yang relatif tinggi. Biaya kokas minyak bumi dan aspal batubara mencapai sekitar 75% dari biaya produksi anoda yang dipanggang sebelumnya. Diantaranya, kokas minyak bumi adalah bahan baku anoda pra-panggang, yang menyumbang lebih dari 80% dari total berat anoda pra-panggang.
Kokas minyak bumi dan tar batubara merupakan bahan baku utama untuk produksi anoda yang dipanggang sebelumnya. Memproduksi 1 ton anoda yang dipanggang membutuhkan 1,09 ton kokas minyak bumi dan 0,17 ton tar batubara. Negara kita memiliki sumber daya kokas minyak bumi dan tar batubara yang melimpah, dan pasokan bahan mentah yang mencukupi memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan industri anoda pra-panggang. Pada tahun 2021, produksi kokas minyak bumi di Tiongkok sebesar 302,95 juta ton, dan produksi tar batubara sebesar 5,44 juta ton. Sebagai salah satu industri pendukung industri aluminium, perkembangannya tidak terlepas dari kemajuan teknologi aluminium elektrolitik dan perkembangan industri aluminium. Perkembangan industri aluminium juga mendorong pertumbuhan industri anoda pre-baked. Sekitar 0,5 ton anoda yang sudah dipanggang diperlukan untuk setiap 1 ton aluminium primer yang diproduksi. Menurut data Badan Pusat Statistik: Pada tahun 2021, produksi aluminium primer di China sebesar 385,03 juta ton, dan produksi alumina sebesar 774,75 juta ton.